Posted by: icopussy | October 28, 2007

Padi Sukses Goyang London

Kapanlagi.com – Mimpi kelompok musik Padi menjadi nyata ketika mereka menggoyang kota London saat manggung di klub The Borderline, Soho. Pertunjukan itu dihadiri sekitar 300 penonton tidak saja remaja dan pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Kerajaan Inggris tetapi juga dari Malaysia, Brunei dan pengemar musik dari Inggris.Kelompok dengan personil yang terdiri atas Fadly (vokal), Yoyo (drum), Rindra (bas), Piyu, dan Ari (gitar) tampil selama sejam pada Sabtu (27/10) dan memulai show pukul 21.00.

Selain menghangatkan cuaca musim gugur Kerajaan Ratu Elizabeth juga menghapus dahaga para sahabat Padi yang datang dari berbagai kota di Inggris seperti Glasgow, Scotlandia, Birmingham, Bournemouth, Bristol dan juga sekitar kota London.

Kunjungan Padi ke Inggris selain memenuhi undangan Oxjam, yang merupakan organisasi sosial di bawah Oxham juga dalam rangka membuat klip untuk album terbaru Padi, ujar vokalis Padi, Fadly sebelum konser dimulai.Konser ini juga dihadiri Kuasa Usaha Ad Interim KBRI London Dewa Made Sastrawan beserta keluarga.

“Selamat malam dan selamat datang para Sahabat Padi yang berada di London, mudah-mudahan malam ini menjadi malam yang tidak terlupakan dan menjadi malam yang begitu indah,” ujar Fadly sebelum memulai konser musiknya.

Konser kelompok yang malang-melintang di dunia musik Indonesia sejak penghujung tahun 1990-an dan dianggap membawa warna baru dalam dunia musik Indonesia itu mendapat dukungan dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) London, Inggris dalam acara yang bertajuk Pojok Music ‘Music for Poverty’.

“Kami datang di sini selain bersenang-senang juga bisa mengumpulkan dana untuk yayasan sosial,” ujar Fadly vokalis kelahiran Makassar ini di sela sela melantunkan lagu-lagunya yang selalu diikuti oleh penonton.

Tampaknya suasana panas dalam hubungan diplomatik Indonesia Malaysia tidak nampak, semua menyatu dan menikmati musik yang dibawakan oleh Padi.

“Kelompok musik Padi sangat digemari oleh remaja di Malaysia,” ujar Idlan dari Essex University, Colchester yang datang bersama rekan-rekannya.

Dikatakannya selain kelompok musik Padi, maka juga banyak grup musik Indonesia lainnya yang mempunyai penggemar cukup banyak di Malaysia seperti Sheila On Seven, dan Dewa, ujar Idlan lagi.

Sebelum kelompok yang dibentuk bulan April 1997 ini manggung tampil kelompok musik asal Malaysia, Debt Offensive, dan Spoonmen sebagai band membuka.

Nataya K Prasasti, yang baru saja menyelesaikan S2 di Bournmouth University yang juga bekerja di yayasan Sosial Oxfam mengatakan konser musik Padi cukup seru dan tiketnya terjual habis sebelum dipromosikan. Bahkan ada pelajar dari Malaysia dan Brunei yang tidak kebagian tiket.

Menurut Wakil Ketua Dana dan Usaha PPI UK itu, pada awalnya panitia sempat merasa pesimis untuk bisa menampilkan kelompok Padi.

yang menjadi langganan penghargaan dari AMI Award di antaranya sebagai Best Group Pop Progressive dalam albumnya SESUATU YANG TERTUNDA, yang sekaligus meraih penghargaan untuk The Best Artist.

Berkat dukungan semua pihak termasuk para pelajar dari Malaysia dan Brunei yang ada Inggris akhirnya konser musik Padi yang membawakan lagu Kasih Tak Sampai, Mahadewi, dan Menanti Sebuah Jawaban, serta lagu karya musikus asal Surabaya Gombloh, Di Radio yang diikuti oleh para penonton dapat terwujud.

Fadly, berusaha memenuhi seluruh selera penonton yang beragam itu di antaranya menampilkan lagu dangdut dan juga ngerap gaya penyanyi Eminem.

Selain itu, Padi juga membawakan lagu terbaru yang berjudul Sang Penghibur.

“Lagu Sang Penghibur khusus ditampilkan untuk pertama kalinya bagi para penggemar dan sobat Padi yang berada di Inggris,” ujar Fadly lagi yang selama di London bermarkas di Wisma Samudra kediaman resmi Atase Pertahanan di London keluarga Kolonel Agung Risdhianto.

Selama di London, Fadly yang menjadi pengemar sepak bola ingin menyaksikan pertandingan sepak bola sayangnya, tiket terjual habis. Fadly CS juga berencana berkunjung ke markas kelompok musik legendaris asal Inggris The Beatles, di Abbey Road, London.

Russell, pria Inggris yang bekerja di bandara Heatrow, London beristrikan wanita Bali Komang mengakui bahwa konser musik
sangat bagus dan ia berharap kelompok musik Indonesia lainnya bisa juga manggung di London.

“Tidak hanya
tetapi juga grup musik asal Indonesia lainnya,” ujar Russell yang juga pernah menyaksikan konser
di Bali. (kpl/rit)


Leave a response

Your response:

Categories