Posted by: icopussy | October 19, 2007

Kembalinya Derby Matahari

Roma vs Napoli
Olimpico (20/10)

pghf2cawe9e8gcarsfa49ca0o4g8qca7y2mhecaz21uycca82i9ckcaejo5cecasolo39ca61qel6ca2mk7ifcadng307car3gl4pca0c3ntyca3gkz85cai7rtz8canffcglca2ndezwcajqqmo1caqqenjx.jpg

Setelah absen selama enam tahun, derby antara Roma dan Napoli kembali ke Serie A. Duel pada giornata 8, Sabtu (20/10), memiliki potensi untuk mengembalikan kebesaran partai antara kedua klub ini.

Laga antara Roma dan Napoli dikenal dengan nama derby del Sud (derby selatan) atau derby del sole (derby matahari) karena kedua klub mewakili dua kota paling penting di Italia Tengah-Selatan. Intensitas dan rivalitas derby ini mencapai puncaknya pada era 1970-an dan 1980-an.

Setelah itu, persaingan bergerak ke arah yang tidak seimbang karena berbagai kesulitan yang dialami Napoli, dari masalah teknik sampai finansial. Contohnya pada musim 1997/98 saat Roma membantai Napoli 6-2 di Olimpico.
Derby terakhir yang mentas di Serie A terjadi pada musim 2000/01. Setelah menghilang enam tahun, derby matahari akhirnya kembali. Hebatnya, duel kali ini mungkin akan sepanas laga di era 1970-an dan 1980-an.

Prestasi Roma dan Napoli sama-sama mengesankan di tujuh giornata pertama. Keduanya berada di jalur Eropa berkat materi tim dan sistem permainan yang solid.

Bermain di kandang sendiri, Roma pantas diunggulkan bakal menang. Francesco Totti sedang on-fire. Dia juga mempunyai kenangan indah jika bicara derby del sole.

Dalam dua derby terakhir di Serie A 2000/01, Totti selalu membuat gol ke gawang Napoli. Roma tak terkalahkan (menang 3-0 dan imbang 2-2). Sukses di derby del sole itu membuka jalan Si Serigala meraih scudetto.

Oktober Maut

Derby matahari kali ini datang di saat yang tepat, ketika kekuatan terbaik Roma dan Napoli sedang diuji. Kedua klub sama-sama sedang menatap “Oktober maut”.

Lawan-lawan berat harus dihadapi Il Lupo dan I Partenopei sepanjang bulan ini. Manchester United, Parma, Napoli, Sporting Lisbon, Milan, dan Lazio di pentas Serie A serta Liga Champion menjadi jatah Roma. Di lain pihak, Napoli kebagian Inter, Roma, Juventus, serta Fiorentina.

“Test terribili di Ottobre (tes mengerikan di Oktober). Partai-partai selama bulan ini bisa memperlihatkan akan berada di mana kami pada akhir musim nanti,” ujar bek sayap Napoli, Mirko Savini, seperti dikutip Datasport. (Dwi Widijatmiko)

Data Pertandingan
—————————
SIARAN LANGSUNG
TRANS 7
Sabtu, 20 Oktober
Pukul 23.00 WI
B

Rekor pertemuan Serie A di Olimpico di Roma:
Roma Menang: 27
Imbang: 25

Napoli Menang: 8
Terakhir kali Roma gagal menang atas Napoli di Olimpico dalam ajang Serie A adalah di musim 1994/95 (6 November 1994, Roma vs Napoli 1-1).

SKUAD
ROMA (4-2-3-1) 1 Curci; 2 Panucci, 5 Mexes, 21 Ferrari, 22 Tonetto; 16 De Rossi, 7 Pizarro; 30 Mancini, 14 Giuly, 9 Vucinic; 10 Totti Cadangan: 32-Doni, 77-Cassetti, 4-Juan, 18-Esposito, 3-Cicinho, 29-Barusso, 33-Brighi.
Absen: Perrotta, Taddei, Aquilani (cedera). Pelatih: Luciano Spalletti.

NAPOLI (3-5-2) 1 Iezzo; 16 Cupi, 28 Cannavaro, 21 Domizzi; 14 Garics, 19 Savini, 17 Hamsik, 23 Gargano, 8 Blasi; 25 Zalayeta, 7 Lavezzi Cadangan: 22-Gianello, 2-Grava, 6-Maldonado, 4-Montervino, 18-Bogliacino, 9-Sosa, 11-Calaio. Absen:Pelatih: Edy Reja.


Leave a response

Your response:

Categories